Karena kamu bukan Edward-ku...




AKU merasa bagai terperangkap dalam mimpi buruk mengerikan. Dalam mimpi itu kau harus berlari, berlari terus sampai paru-parumu pecah, tapi kau tak sanggup memacu tubuhmu untuk bergerak cukup cepat. Kakiku rasanya makin lama makin lambat sementara aku berjuang menembus kerumunan orang yang tidak memiliki perasaan, tapi jarum di menara jam tak juga melambat. Tak peduli dan tanpa belas kasihan, jarum jam itu terus bergerak menuju akhir—akhir segalanya.
Tapi ini bukan mimpi, dan, tidak seperti mimpi buruk, aku tidak berlari menyelamatkan nyawaku; aku berlari untuk menyelamatkan sesuatu yang jauh lebih berharga. Hidupku nyaris tak ada artinya bagiku hari ini.
Melihat Edward bersandar tanpa bergerak bagaikan patung marmer dewa berhala keindahan yang telah lama dilupakan orang. Ia bahkan lebih tampan daripada dalam mimpiku. Dan ia di sana menungguku, seperti biasa setiap hari.

Dia pernah berkata banyak hal yang untaian katanya bagaikan susunan mutiara yang menggoda, mari kita simak  :  

“I don't have the strength to stay away from you anymore” 

Baginya tak kan ada yang mampu merubah cintanya meskipun terluka, walaupun dia harus menguasai rasa haus nya. Bahkan ia tak memiliki kekuatan untuk meninggalkan seseorang ia sayang..
Pernah Edward melakukan hal yang sama sekali tak ingin ia lakukan, yaitu melepaskan Bella...
Mungkin baginya ini adalah hal bodoh yang ia lakukan. Penyesalan yang hampir saja merenggut seseorang yang ia sayang.. Hingga akhirnya ia mengaku kepada Bella:

"But I never imagined it would be so easy to do! I thought it would be next to impossible that you would be so sure of the truth that I would have to lie through my teeth for hours to even plant the seed of doubt in your head. I lied, and I'm so sorry sorry because I hurt you, sorry because it was a worthless effort. Sorry that I couldn't protect you from what I an. I lied to save you, and it didn't work. I'm sorry.
"But how could you believe me? After all the thousand times I've told you I love you, how could you let one word break your faith in me?"


"I could see it in your eyes, that you honestly believed that I didn't want you anymore. The most absurd, ridiculous concept as if there were anu way that I could exist without needing you!""Really, what were you thinking!"


"You're impossible," he said, and he laughed once a hard laugh, frustrated. "How can I put this so that you'll believe me? You're not asleep, and you're not dead. I'm here, and I love you. I have always loved you, and I will always love you. I was thinking of you, seeing your face in my mind, every second that I was away. When I told you that I didn't want you, it was the very blackest kind of blasphemy."

Hmmm,,, so sweet bukan? Betapa keras ia meyakinkan kepada bella betapa sangat cintanya ia pada Bella.. Tanpa syarat dan tak kan terganti walau terhalang jarak...
Bagaimana lagi aku mengungkapkan gambaran kasih sayang edward dalam imajinasi stephenie meyer.. 

Edward Cullen,,,
Tangannya membelai pipiku lembut. Sepertinya ia tidak sadar aku berusaha memaksanya kembali.
"Saat ia melakukan itu, detik itu juga aku merasa damai. Utuh. Aku bisa merasakan jantungku berpacu kencang di dadaku, darah mendesir panas dan cepat mengisi pembuluh darahku lagi. Paru-paruku dipenuhi aroma harum yang menguar dari kulitnya. Seakan-akan tak pernah ada lubang di dadaku. Aku sempurna – bukan sembuh, karena seolah-olah memang tak pernah ada luka di sana," ungkap Bella

Dia selalui melindungi Bella,,,
Edward memang benar-benar mengkhawatirkannya. Ini bukan pertama kalinya ia agak berlebihan dalam usahanya melindungi Bella.
Hummm,,,,, 

Aku pernah berfikir akankah ada seseorang yang seperti Edwardku..
Mencintai tanpa syarat, tanpa jeda dan tanpa pengganti....
Namun ketika kembali ku rasakan,,, 
Aku tidaklah berada dalam imaji nya Stephenie Meyer,, tidak ada Edward di duniaku.
Meskipun mungkin pernah aku merasakan ada Namun ternyata Semu..
Karena kamu bukanlah Edwardku....









Category: 0 komentar

Coretan-coretan Iseng

Lagi pengen banget buat mengekspresikan beberapa lagu yang jleb di hati..
Dari yang bisa jadiin motivasi bahkan menjadi sebuah impian dan doa yang selalu aku panjatkan dalam sujud terakhirku.... Dan ini lah lagu-lagu yang paling aku suka:


1.  Wanita Solehah - The Fikr



















Perhiasan yang paling indah


bagi seorang abdi Allah

Itulah ia wanita sholehah
Ia menghiasi dunia




Perhiasan yang paling indah


bagi seorang abdi Allah

Itulah ia wanita sholehah
Ia menghiasi dunia
Itulah ia wanita sholehah
Ia menghiasi dunia




Aurat ditutup demi kehormatan

Kitab Al Qur'an didaulahkan
Suami mereka ditaatinya
Walau berjualan di rumah saja



Karena iman dan juga Islam

Telah menjadi keyakinan
Jiwa raga mampu di korbankan
Harta kemewahan dileburkan



Di dalam kehidupan ini 

dia menampakkan kemuliaan
Bagai sekutum mawar yang tegar
Ditengah gelombang kehidupan



Aurat ditutup demi kehormatan

Kitab al Qur'an didaulahkan
Suami mereka ditaatinya
Akhlak mulia yang ia hadirkan



Karena iman dan juga Islam

Telah menjadi keyakinan
Jiwa raga mampu di korbankan
Harta kemewahan dileburkan



Di dalam kehidupan ini 

dia menampakkan kemuliaan
Bagai sekutum mawar yang tegar
Ditengah gelombang kehidupan



Wanita sholehah....


Bait demi bait yang lembut begitu mudah mengalir ke hati pendengar. Bagai aliran darah yang meresap di setiap pembuluh darah.. Motivasi yang the fikr tuangkan dalam lantunan syair lagu ini membuat pendengarnya seolah membayangkan makna wanita solehah yg kini kian memudar di antara kaum kami, ya terutama aku...

Niat dalam menutup aurat kadang ternodai hanya untuk menampilkan kecantikan diri atau sekadar topeng kepalsuan.. Semoga hati2 ini kembali ke fitrah nya.. Meluruskan niat n menjaga arti Jilbab yang kini bukan hanya terpatri menutup rambut tapi juga menjaga hati ini..,.

Bayangan Wanita solehah yg menjadikan Alquran sebagai pedoman hidupnya pun mengingatkan kembali aku bahwa dalam waktu apapun ayat2 cintaNya mampu mengisi relung hati yang terselimuti hijab...

Suami yang menjadi seseorang yang kelak ia patuhi..
Ridho suami menjadi penguat langkahnya.. 

hmmm...
Ya Allah,, semoga aku pun bisa seperti tiap bait2 lagu ini..
Hati n aurat terhijab,,, Alquran selalu menghias langkah,, memiliki kemuliaan nan indah n kuat seperti mawar.. dan kelak Menjadi istri yang taat dengan suamiku.. 
Yahhh, suamiku.. Bahkan menyebutnya saja hatiku berbunga-bunga seperti ini ya...
Dan ku yakin pun kau disana juga tengah mencariku..

Aku menunggumu imamku,, 
Aku siap menjadi rumah tempatmu berteduh 
Aku siap menjadi madrasatul ula bagi mujahid mujahidah kecil kita nanti...
Ingin ku katakan padamu... 
Aku mencintaiMu Karena Allah...

2. Inteam - Kasih Kekasih



















Tak Perlu Aku Ragui 
Sucinya Cinta Yang Kau Beri 
Kita Saling Kasih Mengasihi 
Dengan Setulus Hati 



Ayah Ibu Merestui 

Menyarung Cincin Di Jari 
Dengan Rahmat Dari Ilahi 
Cinta Kita Pun Bersemi 




Sebelum Diijabkabulkan 

Syariat Tetap Membataskan 
Pelajari Ilmu Rumahtangga 
Agar Kita Lebih Bersedia 
Menuju Hari Yang Bahgia 




Kau Tahu Ku Merinduimu 

Ku Tahu Kau Menyintaiku...Oh...Kasih 
Bersabarlah Sayang 
Saat Indah Kan Menjelma Jua 
Kita Akan Disatukan 
Dengan Ikatan Pernikahan...Oh..Kasih 



Di Sana Kita Bina 

Tugu Cinta Mahligai Bahagia 
Semoga Cinta Kita 
Di Dalam Redha Ilahi 
Berdoalah Selalu 

Moga Jodoh Berpanjangan



Kalo lagu ini, memang sejak smk aku jleb banget dengernya. Kalo aku pribadi setelah denger lagu ini. Ini kayak ucapan dari jodohku..

Jadi dia (si jodohku) itu berbisik dalam lantunan lagu ini. Dia bilang 
"Sayang, yang sabar ya disana.. Aku janji gk akan lama aku bakal jemput kamu.. Aku akan memintamu pada ayah dan ibumu.. Seraya aku berjanji pada mereka dan pada diriku sendiri bahwa kini kamu sudah berada di tangan yang tepat. 
Dan sebelum ijab kabul itu aku ucapkan di hadapan ayahmu,, ku harap kau dan aku membatasi diri dengan tetap menjaga syariat agama... Sambil kita memantaskan diri untuk bersama."

hihihi.... 
Tiap kali ak down banget apalagi dengan tuntutan keluarga buat married, atau ngeliat temen2 yang udah pada punya baby.. Ya aku tinggal dengerin lagu ini dan mejemin mata sambil inget bahwa dia disana memintaku untuk bersabar... 


3. Ku Pinang Engkau dengan Alquran - Gradasi


Kupinang engkau dengan Al Quran
Kokoh suci ikatan cinta
Kutambatkan penuh marhamah
Arungi bersama samudra dunia



Reff :

Jika terhempas di lautan duka
Tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
Jika berlayar di sukacita
Ingatlah tuk selalu syukur padaNya




Bridge :

Hadapi gelombang ujian
Sabarlah tegal tawakal
Arungi samudra kehidupan

Ingatlah syukur pada-Nya

Kalo lagu ini sebenernya juga suka.. Gimana gk suka coba.. 
Kalo kamu di pinang dengan Alquran,,, di pinang berlandaskan Alquran.
lebih dari sekedar cinta,,, hakikatnya cinta..
iya,, Ayat2 cinta Allah jauh lebih suci...
Memulai perjalanan suci ikatan rumah tangga dengan sesuatu yang suci...
Dan menghiasi tiap perjalanannya dengan ini.. 

Subhanallah kan,, 


4. Bidadari Surga - The Fikr

Kau bunga ditamanku
Mekar dan kian mewangi
Menghiasi diriku
Dimanapun ku berada
Dilubuk hati ini
Engkau bidadari surgaku



Kepergianku dalam berjuang

Kau antar dengan doa dan senyuman
Kemuliaanmu yang penuh ketulusan
Pantaslah bila kuhargai dirimu
Sebagai bidadari syurgaku




Dirimu adalah ....

Anugerah tuhan untukku
Yang pasti kan kusyukuri
Dan selalu kan kujaga




Anak-anak menjadi penghibur hati

Penentram jiwa
Membuatku rindu untuk berkumpul
Di syurga nanti




Semoga Alloh kan mengabulkan

Kerinduan ini
Sehingga kita berkumpul bahagia
Selamanya ...


Nah klo ini lagu yang impikan nantinya..
Menjadi bidadari surga seorang suami,, 
pelipur lara dan menjadi rumah tempatnya berteduh..

Bahkan waktu kuliah,, 
aku udah membayangkan kelak menjadi istri seperti ibunda Khadijah yang aku kagumi,, menjadi seperti ibuku dirumah..
bahkan aku tidak memiliki impian seperti wanita kebanyakan yang udah menempuh study yang tinggi sehingga ingin berkarir yang tinggi juga..
Aku juga pengen kuliah bahkan sampai s2..
Tapi ini bukan karena aku ingin memperoleh karir yang lebih mantap,,

Impianku cuma satu dari kecil....
Aku ingiin menjadi ibu rumah tangga,,

Bangun tahajud bareng suami,, ngaji bareng sambil nunggu subuh berjamaah di kamar... 
dia mandi dan aku menyiapkan semua perlengkapan kantornya, menyiapkan sarapan dan bekal makan siangnya. Menatapnya yang begitu menikmati masakanku.. Mengantarnya dengan penuh doa agar ia selalu terjaga dimanapun dan kapanpun,, memberikan segenap senyuman yang menenangkan hatinya, membuatnya yakin untuk meninggalkanku dirumah... Dikecup dikeningku seakan ia berkata bahwa dia akan kembali.
Dan ketika ia pulang. Aku menjemputnya dengan penuh kemesraan, seakan lama tak bertemu.. Menyiapkan teh hangat dan menyiapkan perlengkapan mandi nya. Dan menunggunya di meja makan untuk makan malam bersama sambil mendengar cerita nya hari itu. Serta menutup hari itu dengan melanjutkan tilawah, saling menyimak. 

Subhanallah,, Indahnya sebuah pernikahan yang dibungkus ridhoMu Rabbku.
Menjadikan shalat, Alquran dan sunnah RasulMu dengan baik.. Semoga kelak kita,, aku dan kamu (jodohku) bisa melakukan itu ya sayang,, 

Dengan melakukan itu, aku udah merasa seperti bidadari surganya. 
Meskipun kata orang itu akan terasa jenuh dirumah..
Tapi aku bakal menikmati nya dengan mencoba aneka resep masakan yang membuat suamiku bahagia. dan tentunya sebagai janjiku kepada ibu dari suamiku bahwa anaknya akan mendapat yang terbaik dariku. Anaknya akan rawat seperti nya yang selalu menjaga nya selama ini... 

aamiin Ya Rabbal 'alamin.... ^^



Category: 0 komentar

Dikatakan Atau Tidak Dikatakan "Ini Tetap Cinta"



Aku mencintai sunset,
menatap kaki langit, ombak berdebur.
Tapi aku tidak akan pernah membawa matahari ke rumah.
Kalaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan kulakukan.

Aku menyukai bulan,
entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana.
Tapi aku tidak akan memasukannnya ke dalam ransel.
Kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan kulakukan.

Aku menyayangi serumpun mawar,
berbunga warna-warni, mekar semerbak.
Tapi aku tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar.
Tentu bisa dilakukan, apa susahnya, namun tidak akan pernah kulakukan.

Aku mengasihi kunang-kunang,
terbang mendesing, kerlap-kerlip, di atas rerumputan gelap.
Tapi aku tidak akan menangkapnya, dibotolkan, menjadi penghias di meja makan.
Tentu masuk akal dilakukan, pakai perangkap, namun tidak akan pernah kulakukan.

Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini.
Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki.

Ada banyak sekali jenis suka, kasih dan sayang di dunia ini.
Yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang.

Egois sekali, kawan, jika tetap kaulakukan.
Lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari
Tiada lagi indah langit tanpa purnama
Juga taman tanpa mawar merekah
Ataupun temaram malam tanpa kunang-kunang.

Ada banyak sekali cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati.

Selalu begitu, hingga akhir nanti.

hmmm.....

Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya

Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang sesenti pun perasaan tersebut.

Justru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh,
Perasaan itu tiba-tiba bermetaforsis menjadi egoisme
dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.

Bersabar dan diam lebih baik.
Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya.
Jika tidak, akan digantikan dengan orang yang lebih baik.
Category: 0 komentar

True Love story about Khadijah ra..




Kadang aku berpikir bahwa aku telah mengenal cinta karena berbagai kisah cinta telah kulalui hingga saat ini. Namun, ketika kutanya hati kecilku tentang apa itu cinta, lalu hanya satu kata yang bisa terpikir oleh otakku, kata "cinta" itu sendiri. Kadang terasa mudah untuk mencintai, namun sulit untuk mengajar hati ini tentang hakikat cinta. Pernah dengar bahwa hanya orang yang kurang pandai yang jatuh pada lubang yang sama dua kali. Maka akan kusebut apa diriku yang jatuh pada lubang yang sama berkali-kali, lubang itu bernama cinta.

Kukira kisah yang kulalui selama ini adalah kisah cinta, mungkin ingin kubukukan kisah itu untuk kukenang kelak. Namun, aku menciut membaca kisah cinta mereka. Ini adalah kisah nyata. Cinta ini tidak adalah cinta yang kelak akan dikenang sepanjang masa....


Pemuda ini adalah orang yang belum pernah mengenal cinta kepada seorang wanita pun sebelumnya. Namun, sekali dia mengenal cinta, cinta itu tak pernah hilang dari hatinya, bahkan setelah wanita yang dicintainya meninggalkan dia untuk selamanya.

Di usia 25 tahun, pemuda itu dikenal sebagai orang yang jujur dan pedagang yang andal. Pernikahannya bukan dengan wanita seusianya, namun dengan wanita yang jauh lebih tua. Namun, siapa yang mampu menyangkal bahwa cinta tidak memiliki batasan usia, bahwa cinta dapat tumbuh dalam rentang usia yang jauh, lalu mengikat kedua hati sang pencinta begitu kuat, hingga dunia seolah berubah muram ketika salah satunya pergi.

Pemuda itu adalah Rasulullah Muhammad saw. yang menikahi wanita mulia bernama Khadijah r.a. Indahnya kisah mereka telah ditulis dalam berbagai tulisan, membuat cinta itu abadi tidak hanya di hati mereka, namun di hati jutaan manusia.

Berikut adalah momen-momen romantis dari Rasulullah saw. bersama Ibunda Khadijah r.a.:

1. Rasul tidak pernah menikah selama bersama Khadijah
Mereka menikah selama 25 tahun. Pernikahan dengan Khadijahlah yang mengenalkan Beliau tentang cinta. Dialah cinta pertama Rasulullah, cinta yang tidak beliau madu. Rasulullah memang menikah dengan beberapa wanita sepeninggal Khadijah, namun Khadijah lah satu-satunya wanita yang tidak dimadu oleh Rasul.

Aku ingin dicintai seperti Rasul mencintai Khadijah, hanya dia seorang hingga Khadijah pergi untuk selamanya.

2. Khadijah menyelimuti Rasulullah dan menenangkan Beliau di puncak ketakutannya
Siapa yang bilang kalau wanita itu lemah? Wanita mampu menguatkan di saat lelaki bergetar ketakutan. Lihatlah kisah saat Rasulullah pertama kali menerima wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril. Rasulullah saat itu pulang dengan gemetar, sambil meminta istrinya untuk menyelimutinya. Tidak semua wanita dapat tenang ketika melihat sang suami datang sambil gemetaran masuk ke dalam rumah, namun Khadijah mampu. Dia menyelimuti Beliau dan menenangkannya sambil berkata:
"Demi Allah, Allah sekali-kali tidak akan menghinakan kamu. Kamu menghubungkan silaturrahim, membela kaum yang lemah, memberi pendapatan kepada yang tidak berharta, memuliakan tamu, dan menolong yang berhak."

Aku ingin menjadi wanita yang kuat dan mampu menguatkan, tenang dan menenangkan, seperti ibunda Khadijah saat menenangkan Rasul dalam dekapannya tatkala Jibril menyampaikan wahyu dari Rabb semesta alam untuk pertama kalinya.

3. Rasul terus mengenang Khadijah meski dia telah tiada
Dalam suatu riwayat dikisahkan, suatu saat Aisyah merasa cemburu, lalu berkata,

“Bukankah ia (Khadijah) hanya seorang wanita tua dan Allah telah memberi gantinya untukmu yang lebih baik darinya? (maksud Aisyah yang menggatikan Khadijah adalah dirinya).

Maka Belaiu pun marah sampai berguncang rambut depannya. Lalu Beliau bersabda,

“Demi Allah! Ia tidak memberikan ganti untukku yang lebih baik darinya. Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang-orang masih kufur, ia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika manusia lain tidak mau memberiku, dan Allah memberikan kepadaku anak darinya dan tidak memberiku anak dari yang lain.”
Ketika Aisyah ingin menampakkan kelebihannya atas Khadijah, ia berkata kepada Fatimah ra., putri Nabi dari Khadijah ra.:

“Aku gadis ketika dinikahi ayahmu sedang ibumu adalah janda ketika dinikahi ayahmu.”

Rasul saw. Yang mendengar ucapan ini dari putrinya yang mengeluh bersabda:

“Sampaikanlah kepadanya ‘Ibuku (maksudnya Khadijah ra) lebih hebat dari engkau, beliau menikahi ayahku yang jejaka, sedang engkau menikahinya saat beliau duda.”

Gerak langkah suara dan ketukan pintu yang biasa dilakukan Khadijah pun terus segar dalam benak dan pikiran Beliau. Suatu ketika beliau mendengar ketukan dan suara serupa. Beliau berkomentar:”Ini cara ketukan Khadijah. Saya duga yang dating adalah Hala (saudara perempuan Khadijah ra.) dan ternyata dugaan Beliau benar.

Ya Alla, bila aku jatuh cinta, izinkanlah cinta itu tumbuh dan merekah selamanya di hatiku dan hati orang yang Kau takdirkan untukku. Cinta yang tak pudar termakan waktu, bahkan tak berkurang walau maut memisahkan. Cinta yang Kau anugerahkan antara Rasulullah saw. dan Khadijah r.a.

4. Rasulullah tetap menyambung silaturrahmi dengan orang-orang dekat Khadijah setelah Beliau wafat
Ketika Fath Makkah, yakni hari keberhasilan rasul saw memasuki kota Mekkah bersama kaum Muslim, beliau berkunjung ke lokasi rumah Khadijah ra., karena rumah itu sendiri telah tiada. Beliau juga-pada hari itu- menyendiri, di tengah kesibukan bersama pasukan kaum Muslim, dengan seorang wanita tua sambil bercakap-cakap dengan wajah berseri-seri. Aisyah ra yang melihat hal tersebut bertanya:

”Siapa orang itu dan apa yang dibicarakannya?”

Ternyata wanita tua itu sobat karib Khadijah ra dan pembicaraan Nabi saw dengannya berkisar pada kenangan manis masa lalu.
Aisyah mengatakan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim,

“Tidak pernah aku merasa cemburu kepada seorang pun dari istri-istri Rasulullah seperti kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah seringkali menyebut-nyebutnya. Jika ia memotong seekor kambing, ia potong-potong dagingnya, dan mengirimkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah.

Maka aku pun berkata kepadanya, “Sepertinya tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah…!”

Maka berkatalah Rasulullah, “Ya, begitulah ia, dan darinyalah aku mendapatkan anak.”


***

Tentu masih banyak penggalan kisah cinta dari Rasulullah saw. dan Khadijah r.a. yang dapat kta petik hikmahnya. Potongan ini hanya untuk mengingatkan kita untuk mempelajari lebih jauh. Ini adalah pengingat bahwa cinta itu tidak sekedar nafsu, namun cinta itu keagungan yang memperkaya hati. Ini adalah teguran bagi saya dan kita semua tentang cinta.



Category: 0 komentar

Jadi Kapan????????????


 Kalau saya melontarkan pertanyaan di atas pada Anda yang belum menikah tapi sudah ada rencana, tentunya jawabannya berkisar seperti ini:
“Oh nanti abis Lebaran.  Iya nih lagi pusing banget ngurusin vendor kawinan.  Eh waktu elo, kateringnya apa ya bok?”

Dan terjadilah diskusi lincah soal perhelatan pernikahan.

Nah tapi kalau Anda, seperti juga saya, pernah mengalami ditanya seperti ini saat pacar saja tak punya atau mungkin pacar punya namun tak jelas mau dibawa ke mana hubungan kita… 
tentunya " Jadi Kapan?" adalah pertanyaan  selalu dibenci para single.

Kalau dalam keadaan tak punya pacar, mungkin bisa enak menanggapi dengan, 
“Yah, pacar aja gak punya, mau nikah sama siapa?”  

dan si penanya pun akan melipir dan tak bertanya-tanya lagi.  Paling nggak enak adalah ditanya seperti itu, di acara kondangan saat kita hadir dengan pacar yang sudah dipacari bertahun-tahun.  Inilah yang menyebabkan timbulnya sindrom malas ke kondangan di usia-usia tertentu, karena…

…SEMUA orang berharap Anda menjawab dengan tanggal, bahkan mungkin mereka ingin Anda langsung bagi-bagi undangan di tempat. 

Saya bahkan dulu sering berkhayal untuk menjawab pertanyaan “Jadi Kapan” ini dengan mimik muka terkejut sambil bilang,
 “Eh masa gak tau?  Kami udah nikah lama, lagi.  Tuh si sulung udah SMA.”  
Ya tentunya niat buruk menjawab seperti ini tak pernah terlaksana sih. hihihihi,,,,,

Nah, mari mengaku.  Kita sering merasa terganggu dengan pertanyaan “Jadi, kapan?” itu karena sebenarnya di lubuk hati terdalam pun kita ingin bertanya hal yang sama kepada pasangan kita.  Kalau diteriakin kira-kira bunyinya mungkin begini:

“JADI KAPAN SIH KAMU MAU NIKAHIN AKU, SAYANG???”

Tentunya tak dilakukan karena perempuan modern enggan terdengar desperate.  Akhirnya kita menggunakan cara-cara ribet seperti ‘mancing’.  Kalimat klasik pemancing biasanya adalah: 
 “Kamu serius gak sih sama aku?”

Jreng. 

Hayooo… siapa yang pernah nanya kayak gitu ke pasangannya?
Lalu apa jawaban dia?  Ya tentu ini: “Aku kalo pacaran itu selalu serius.”
Atau ada pula yang mendadak defensif: “Kenapa sih tiba-tiba nanya begitu?”
Jika pasangan Anda tipe penjawab yang kedua, maka dipastikan setelah itu biasanya sih berantem.  Yang perempuan kesal karena si lelaki nggak nangkep kode, sementara yang lelaki merasa si perempuan ini sedang meragukan keseriusannya.

Lalu kenapa ya, pacaran bertahun-tahun tapi si pacar belum kunjung melontarkan pertanyaan “Will You Marry Me?” yang ditunggu-tunggu itu? 
Sebelumnya, saya mau bertanya dulu pada Anda.  
Pernahkah Anda dan pasangan membicarakan pernikahan sebelumnya?  
Karena pernikahan itu real.  Nyata.  Tak seperti di film-film komedi romantis, di mana si lelaki tiba-tiba bisa membelikan Anda cincin berlian lalu mengajak Anda jadi istrinya tanpa pernah berdiskusi tentang pernikahan sebelumnya.

Kalau dipikir-pikir, jalan menuju pernikahan di kehidupan nyata itu sungguh nggak romantis.  Apalagi di Indonesia.  Pertama, pendekatan, lalu pacaran.  Selama pacaran saja mungkin si lelaki nggak ditanya oleh kita tapi udah diteror duluan sama ortu kita dengan pernyataan: 
“Pacaran terlalu lama itu nggak baik, kalau sudah sama-sama cocok, lebih baik segera diresmikan saja.”  Klasik ya. 

Sebagai perempuan Indonesia harusnya kita merasa beruntung di bagian ini, karena jika ortu yang bertanya, tentu beban kita sedikit berkurang.  Minimal tahu di mana si pacar berada dalam hubungan ini tanpa perlu berkorban harga diri.  Tapi kalau punya ortu yang pun sama gengsiannya dengan anaknya?  Ya mau nggak mau kembali lagi deh berjuang sendiri berusahan bertanya, tanpa membuat si pacar merasa tertekan.

Agar tak terlalu banyak bertanya-tanya dalam hati, cara yang paling efektif biasanya adalah ajak pacar Anda berdiskusi tentang masa depan hubungan cinta.  Alih-alih memberi ultimatum untuk dinikahi besok, tanyakan padanya tentang pandangannya soal pernikahan, anak, keuangan dan mengobrollah dengan bebas.  Ceritakan padanya soal pandangan-pandangan Anda, keinginan-keinginan Anda dan idealisme Anda soal hubungan ini.
Pertanyaan berikutnya: kapan saya bisa menanyakan hal ini padanya?
That depends.
Orang yang paling mengenal pacar Anda bukan saya, tapi ya Anda sendiri.  Beberapa lelaki tak mempermasalahkan pertanyaan ini jika muncul di bulan kedua berpacaran.  Beberapa lelaki lainnya sudah 5 tahun berpacaran masih bergidik jika diajak diskusi soal komitmen. 
Mengenal karakternya adalah tugas kita sebagai pacar, bukan begitu? 
Kalau ‘mainframe’ hubungan ini sudah ada di kepala masing-masing, ternyata menghadapi pertanyaan-pertanyaan kepo gak penting serupa “Jadi Kapan?” di acara-acara kondangan, ternyata lebih mudah lho.  Anda tak perlu lagi misuh-misuh atau malah menggunakan kesempatan untuk memancing jawaban dari si pacar.  Anda akan dengan hati ringan dan senyum terkembang menjawab, 
“Doakan saja, sudah dalam rencana.”  Pacar pun tenang tanpa merasa tertekan mendampingi Anda.

Satu lagi yang paling penting:

Walau setelahnya Anda menikah dengan lelaki idaman Anda, mari kita buang kebiasaan sialan yaitu bertanya pada mereka yang masih single, “Jadi… Kapan?”.  
Have some empathy, Anda pernah terganggu dengan pertanyaan ini, bukan?  Jadi, jangan ganggu teman-teman lajang Anda dengan pertanyaan yang sama. 
Lagipula, jika Anda sudah menikah, ketimbang mengganggu teman lajang Anda, lebih baik Anda berkonsentrasi mencari jawaban untuk pertanyaan kepo baru yang saya jamin akan membuat Anda sama kesalnya atau mungkin lebih.  Pertanyaan itu adalah:
“Udah isi atau belum?”
Ha!
Category: 0 komentar