Aku mencintai sunset,
menatap kaki langit, ombak berdebur.
Tapi aku tidak akan pernah membawa matahari ke rumah.
Kalaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan kulakukan.
Aku menyukai bulan,
entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana.
Tapi aku tidak akan memasukannnya ke dalam ransel.
Kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan kulakukan.
Aku menyayangi serumpun mawar,
berbunga warna-warni, mekar semerbak.
Tapi aku tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar.
Tentu bisa dilakukan, apa susahnya, namun tidak akan pernah kulakukan.
Aku mengasihi kunang-kunang,
terbang mendesing, kerlap-kerlip, di atas rerumputan gelap.
Tapi aku tidak akan menangkapnya, dibotolkan, menjadi penghias di meja makan.
Tentu masuk akal dilakukan, pakai perangkap, namun tidak akan pernah kulakukan.
Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini.
Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki.
Ada banyak sekali jenis suka, kasih dan sayang di dunia ini.
Yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang.
Egois sekali, kawan, jika tetap kaulakukan.
Lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari
Tiada lagi indah langit tanpa purnama
Juga taman tanpa mawar merekah
Ataupun temaram malam tanpa kunang-kunang.
Ada banyak sekali cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati.
Selalu begitu, hingga akhir nanti.
hmmm.....
Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya
Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang sesenti pun perasaan tersebut.
Justru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh,
Perasaan itu tiba-tiba bermetaforsis menjadi egoisme
dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.
Bersabar dan diam lebih baik.
Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya.
Jika tidak, akan digantikan dengan orang yang lebih baik.

0 komentar:
Posting Komentar