Ketika Bandung hujan lagi



Bandung hujan lagi,,
Naima berada dikerumunan orang yang tengah lari mencari teduh..
Naima hanya menatap ke satu arah,
Ke satu orang yg mungkin tak lagi bisa ia lihat,,
Meski kini kegelisahan naima memuncak namun tak ada yang tahu rasa itu yg kian menjadi bahkan ketika dia berada di sampingnya, 
Berada di tengah hujan yang sama..

Banyak kesempatan untuk mengatakan ungkapan hati,,
Tapi semua kata tersapu seketika naima melihat matanya,
Namun naima mengakui,, kekasih hatinya lebih baik tanpa naima..
Dia lebih bahagia sejak naima lepas dari pelukkannya.

Andai saat ini kekasih hatinya itu mengajak naima berlari,
Naima akan berlari dari keadaan dan bersamanya utk seumur hidup,,
Namun itu tak kan mumgkin terjadi,,

Perjalanan terakhir ini begitu menguras hati naima,
Mencoba tersenyum dan ikut tertawa membuat mood naima yang sangat lincah biasanya jadi ingin sendiri,,
Mencoba memframe wajahnya dalam2,
Melihat tawa nya,, lesung pipinya,,
Merdu suaranya bahkan aroma tubuhnya..
Dan akhirnya naima menyerah...

Mencoba bertahan dan mengumpulkan kekuatan utk berwudhu n bersujud memohon pdNya..
"Aku ikhlas,, ikhlas karena bahagia lelakiku meski bukan milikku lagi,,

Aku bersyukur karena melepasmu, aku melihat hidupmu tak terkekang lagi,,

Dear you, my dear,,
Aku mencintaimu dengan segenap rasaku,,
Tak memilikimu mungkin bagian gelapku yang tak bisa terlupakan,, "


Bandung masih dengan hujannya,,
Kami melangkahkan kaki bersama,
Irama berubah makin tak mampu terkendali saat di bandara kala itu,
bandara sore itu membuat airmata naima tumpah,,
Rasany ingin menarik kekasih hatinya berlari,,
Namun sang kekasih hati hanya tersenyum ikhlas..

Naima menatap mata sang lelaki impian,
Penuh keikhlasan tak sepertinya yang penuh kehancuran,,
"Ini sebuah ketetapan Allah,"katanya.
Kalimat yang sedikit namun seperti ketukan palu dalam sidang hidup naima..

Laki2 itu begitu kuat, jauh lebih kuat darinya..

Bandung hujan lagi,,
tak mampu kaki  Naima melangkah melepas genggaman tangannya,,
Namun si lelaki membuat keputusasaan di hati naima,,
Sebuah kalimat yang tak bisa ia tolak,,

Allah,,
Ya Allah,,
Naima sadar Allah adalah pengarang terhebat,,
Namun naima alpha,, egonya mmbuat ia melupakan skenario ini,,
Justru lelaki ini begitu pandai menyingkap kebodohan naima..
Lelaki ini membuat ia sadar,,
Tujuan hidupnya adalah akhirat,, apapun yg tjd adalah semua ketentuan Allah..
Kamu itu jauh lebih indah dari apa yang kamu bayangkan,,
"Aku menyukai pantai,, namun aku tak bisa berenang,,,,
Aku mencintaimu,, namun aku tak mampu memilikimu,,,"


Sekali lagi,, hujan terus menerus membasahi bandung sore itu,,
Naima melangkah n melepas tangan kekasih hatinya dengan hati yang hancur..
Dengan airmata yang tak hentinya mengalir,,
Langkahny makin rapuh menuju pesawat,
Tak dipedulikan lagi orang2 di sekitarnya,
Ia memandang langit bandung untuk terakhir kalinya,,
Tak akan bisa ia menolak takdir ini,,
Menangis dan terus menangis...

Hujan menghilang,,
Bandung juga menghilang diantara awan2 yang beriring,,
Tak mungkin lagi dia dapati lelakinya itu,,
Naima harus tahu diri untuk pamit dari hidup si kekasih hati,,
Airmata naima makin deras mengalir,,

Hingga satu jam penerbangan ia habiskan dengan hujan,, hujan airmata...
Ia mulai sadar, dan mencoba menenangkan hatinya dengan bertayamum di pesawat,,
Ia alirkan iringan2 zikir diseluruh bagian hati dan tubuhnya,,
Namun airmata tetap mengalir,
Bahkan ketika ia melantunkan ayat2 cinta Allah,,
Airmata nya tak berhenti mengalir,,
Dan waktu berlalu,, airmatany terasa kering,,
Namun tak menghentikannya mengalunkan kalimat nan indah dari RabbNya.. Alqur'an ya karreem...

Naima terdiam dalam hati lagi,,
"Allahu Rabb,, engkau tahu hati ini penuh luka,
Aku tahu semua juga tak lebih karena aku tak mampu memanagemen hati,,
Aku lupa tujuan ku hidup,,
Aku merindukan pertemuan denganMu,,
Pertemuan dimana Kau akan menatapku bukan dengan membenciku,, Aku ingin Engkau rangkul ke JannahMu yang indah..


Aku lupa,,
Jika takdirMu demikian,,
Aku harus lebih sadar niatku,,
Surgaku harus aku raih dengan menjadi istri yang solehah,,
Lelaki pilihanMu adalah surgaku,,
Lewat dia surgaku terbuka,,
Lewat anak2 darinya surgaku mulia,,
Karena menjadi ibu dari ank2 yang mulia adalah surga yang Engkau juga janjikan..


Bantu aku ya Rabb,, mudahkan langkahku..
Meskipun lelaki impianku tak mampu ku miliki,
Jadikan aku kuat seperti dia yang ikhlas dengan takdirMu,,

Aamiin Allahumma Aamiin,,,"


Naima menatap langit sore itu dengan penuh harap, ia bisa berubah lebih baik lagi,,
Jauh dari ego dan manja yang tak berguna,,
Sehingga ia kehilangan lelakinya..

"Kau terindah yang pernah ku cintai,
  Tapi tak bisa,, aku miliki...
  Kau terbaik yang pernah ku kagumi,,
  Meski tak bisa aku milikiiii,,,"
"Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan, semua takkan mampu mengubahku, hanyalah kau yang ada di relungku,, hanyalah dirimu mampu membuat ku jatuh dan mencinta,, kau bukan hanya sekedar indah,, kau tak akan terganti,," terdengar lirih di samudera awan.. nyanyian rindu untuknya kekasih hati..
Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar