Mungkin ini adalah malam yang panjang baginya..
Bibirnya keluh menahan airmata yang seharian berteriak ingin keluar.
Dipeluknya boneka teddy bear kesayangannya, dan tumpahlah airmata bak air bah.
Mungkin tak ada yang tahu betapa pandainya ia menyimpan keluh hatinya seharian..
Naima bangkit dan diraihnya telepon genggam di tasnya.
Sketsa wajahnya saat bersama seseorang disampingnya membuat semua rasa mencuat.
'Apa yang kini dalam benakku, bagaimana mungkin menginginkan tapi tak termiliki. Begitu sakitnya hingga ingin rasanya bangun dan berlari ke arahnya, Bagaimana kini aku harusnya? Bagaimana semestinya?' umpatnya dalam hati.
Sekelebat bayang saat bersama makin menghantui hidupnya.
Hari-hari itu terlalu indah namun sakit untuk diingat dengan ending yang demikian.
Sejak perpisahan kala itu, Naima tak pernah tampak dengan si dia yang kian lama menghilang dengan bayangnya. Naima menjalani hari-hari dengan rasa sakit yang tak mampu ia ungkapkan.
Bagaimanapun ia tak ingin terus-terusan mengutuk keputusannya. Karena segala sesuatu yang terjadi tak pernah tanpa sepengetahuanNya.
Tapi tetap saja sakit,, Sakit rasanya....
'Aku masih mencintainya,'bisik Naima pada boneka besar yang kini dipeluknya erat.
.
*********
Malam kian larut,
Hanya terdengar dentang jam dinding kupu-kupu menghiasi alunan kesedihan Naima malam itu.
Ya, Naima sangat menyukai kupu-kupu.
Bahkan ia akan sangat antusias dengan hal-hal yang berkaitan dengan kupu- kupu.
Hingga suatu hari kupu-kupulah yang membuat ia sadar betapa berarti nya 'dia'.
Naima tak berhenti menangis meskipun ia sadar matanya benar-benar bengkak.
Entah bagaimana besok ia beralasan dengan keluarganya yang kini tengah berbahagia untuknya.
'Naima rindu kamu,,' ucapnya sambil beranjak ke meja kerjanya.
Diambilnya secarik kertas putih di lacinya.
Kini ia harus mengatakan padanya, ia harus atau setidaknya membuang isi hatinya kini.
Waktu kian teasa sunyi,,
Naima hanyut dalam rangkaian kata demi kata. Rasa yang ia tuang dalam bentuk tulisan.
Hingga akhirnya ia akhiri tulisan itu dengan ucapan perpisahan.
Mungkin ini yang terbaik bagi semua.
*********************************************************************************
Teruntukmu,,
Untukmu yang tak pernah bisa ku hapus Dalam Memoriku,
Untukmu yang tak akan mampu ku tatap matamu,
Sungguh aneh,
Ada yang menggumpal,,,
Perasaan menunggu serta rindu yang menggelayut setiap malam..
Hanya mendengar derap langkah mu dikejauhan
Tapi aku sadar posisiku,
Seperti meratap tapi tak berani berteriak....
Ada yang menggumpal,,,
Perasaan menunggu serta rindu yang menggelayut setiap malam..
Hanya mendengar derap langkah mu dikejauhan
Tapi aku sadar posisiku,
Seperti meratap tapi tak berani berteriak....
Taukah kau,,
Kau penuh dengan luka kebohongan,
Setiap kesedihan yang kau rasa, kau lumuri dengan tawa.
Aku memarahimu waktu itu,
aku berteriak di depanmu. Memakimu yang berbohong pada diri sendiri.
Lalu kau meraihku dan menangis sejadi-jadinya.
Aku ingin pergi, karena hatiku begitu rapuh saat airmatamu mengalir dihadapanku,
Tapi kakiku terpaku, aku tak mampu meninggalkanmu malam itu.
Hingga aku terbangun dari mimpi,
Ternyata airmataku masih tersisa....
Adakah kau begitu?
Adakah kau menderita disana,,
Bagaimana nanti ketika kabar lain kau dengar,, lukamu akan makin jadikah?
Aku benar-benar takkan sanggup membuat lukamu makin parah..
Sayang itu masih milikmu,
Dulu,, kau tak pernah merasa kehilangan hidupmu saat bersamaku,
Karena bagimu, aku lah hidupmu...
Kita berbagi hidup dan rasanya semua indah..
Tapi kini,,
Kita kembali kepada jalan takdir yang berbeda,,
Aku telah berpetualang dalam semesta cintamu,
Terima kasih telah mempersilahkan aku singgah dan mengenal duniamu.
Terima kasih kekasih hatiku,
Tak pernah berhenti aku berdoa untukmu, untuk kebahgiaan mu,,
Suatu hari ketika kau membaca surat ini,
Aku kirimkan lewat rangkaian kata-kataku berjuta permohonan maaf akan kebodohan cintaku,,
Aku terbangkan kupu-kupu cantik yang siang itu kita lihat bersama untuk memberi jalan kebahagiaan untukmu,,
Kupu-kupuku,,
Bahagiakan dia,, Dia tak boleh bersedih lagi,,
Lantunkan di telinganya ayat-ayat Al-qur'an yang slalu kau lantunkan kala kau lara.
Dan jangan kalian pergi hingga sosok wanita terindah itu hadir membahagiakannya...
Kupu-kupuku,,
Juga kau katakan pada lubuk hatiku untuk memaafkan masa lalu,
Membuat seseorang lain bahagia menjadikanku miliknya,,
Bisikkan padaku,,
"Semua Karena Allah mencintaiMu, Allah tahu yang terbaik untukmu."
Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, ubun-ubunku (nasib-ku) ada di tangan-Mu, telah lalu hukum-Mu atasku, adil ketetapan-Mu atasku, aku mohon kepada-Mu dengan perantara semua nama milik-Mu yang Engkau namakan sendiri, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan seseorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib disisi-Mu. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku dan pengusir keluh kesahku. (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al Bani)
Ya
Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari
hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku
pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku, Aku memohon kepada-Mu dengan
semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang engkau lekatkan sendiri
untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di
antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang
Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar engkau
menjadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang
kesedihanku dan pelenyap keresahanku. - See more at:
http://jilbab.or.id/archives/1028-doa-nabi-di-kala-galau-resah-perasaan-sedih-melanda/#sthash.CUK1jcxb.dpuf
Ya
Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari
hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku
pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku, Aku memohon kepada-Mu dengan
semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang engkau lekatkan sendiri
untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di
antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang
Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar engkau
menjadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang
kesedihanku dan pelenyap keresahanku. - See more at:
http://jilbab.or.id/archives/1028-doa-nabi-di-kala-galau-resah-perasaan-sedih-melanda/#sthash.CUK1jcxb.dpuf
Ya
Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari
hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku
pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku, Aku memohon kepada-Mu dengan
semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang engkau lekatkan sendiri
untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di
antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang
Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar engkau
menjadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang
kesedihanku dan pelenyap keresahanku. - See more at:
http://jilbab.or.id/archives/1028-doa-nabi-di-kala-galau-resah-perasaan-sedih-melanda/#sthash.CUK1jcxb.dpuf
Ya
Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari
hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku
pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku, Aku memohon kepada-Mu dengan
semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang engkau lekatkan sendiri
untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di
antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang
Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar engkau
menjadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang
kesedihanku dan pelenyap keresahanku. - See more at:
http://jilbab.or.id/archives/1028-doa-nabi-di-kala-galau-resah-perasaan-sedih-melanda/#sthash.CUK1jcxb.dpuf
"Selamat Malam My Dear,,"
Yang Selalu Mendoakanmu,
Naima
********************************* THE END ************************************
*******************************************************************************
Ya
Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari
hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku
pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku, Aku memohon kepada-Mu dengan
semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang engkau lekatkan sendiri
untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di
antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang
Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar engkau
menjadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang
kesedihanku dan pelenyap keresahanku. - See more at:
http://jilbab.or.id/archives/1028-doa-nabi-di-kala-galau-resah-perasaan-sedih-melanda/#sthash.CUK1jcxb.dpuf
0 komentar:
Posting Komentar